Ruko Maple, Jl. Gunung Batu No.201 022 2058 3760

68% Konsultan Konstruksi Terdampak Parah Covid

Oleh Admin | Senin, 22 November 2021

* Ketua DPD Perkindo Jabar, A Sutisna Abdul Aziz di sela-sela Rakerda ke-4 Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) Jawa Barat di Hotel Crowne plaza, Jalan Tamblong, Rabu (17/11/2021) (Foto: Admin)

BANDUNG, (PR).-

Sebanyak 68% perusahaan konsultan dalam bidang konstruksi infrastruktur di Jawa Barat, sangat terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, tidak sedikit dari ratusan perusahaan tersebut yang gulung tikar sehingga merumahkan para pekerjanya.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Perkindo Jabar, A Sutisna Abdul Aziz di sela-sela Rakerda ke-4 Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) Jawa Barat di Hotel Crowne plaza, Jalan Tamblong, Rabu (17/11/2021).

Menurut Sutisna, dengan tren pandemi Covid-19 yang mulai menurun. menjadi momentum kebangkitan dari keterpurukan itu. Karena itu, perlu disusun Langkah-langkah strategis untuk memajukan kembali perusahaan-perusahaan konsultan.

"Mudah-mudahan di kuartal ketiga tahun ini, kami mulai bangkit. Namun, kebanyakan proyek yang diambil berbagai perusahaan yang tergabung di Perkindo Jabar akan difokuskan ke sektor swasta. Soalnya. APBD Jabar sudah banyak tersedot ke anggaran Covid-19," katanya.

Selain itu, kata dia, untuk proyek-proyek yang tadinya banyak ke sektor infrastruktur umum, dialihkan ke sektor yang berkaitan dengan Covid-19. Misalnya, sarana dan prasarana penunjang percepatan pemulihan pandemi.

"Seperti proyek-proyek di Kementerian Kesehatan bisa menjadi peluang bagi konsultan-konsultan ini. Selain itu kami juga menjadi bagian untuk memberikan sumbangsih dalam pernbangunan ibu kota negara yang baru," katanya.

Menurut Sutisna, selama pandemi, perusahaan-perusahaan konsultan turut membantu dalam pengungkapan kasus korupsi. Salah satunya membantu memberikan tanggapan atas permintaan KPK atau kejaksaan untuk memeriksa bangunan yang diduga tak sesuai spesfikasi. "Kami sering diminta KPK atau kejaksaan untuk turun langsung melihat atau memeriksa bangunan-bangunan yang diduga di-mark up," katanya.

Sutisna juga mengatakan, saat ini, para anggota Perkindo Jabar diminta terus berinovasi. "Karni juga akhir-akhir ini membantu Provinsi Jawa Barat memberikan masukan langsung ke Gubernur Jabar Ridwan Kamil," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Rakerda ke-4 Perkindo Jabar, Fachrudin Sidik menambahkan, rakerda ini diikuti sekitar 600 peserta. Namun, dilaksanakan secara hibrida. Hanya 100 peserta yang hadir langsung dan sisanya mengikuti secara daring.

"Jumlah anggota di Perkindo Jabar saat ini ada 629 perusahaan. Kami memang baru bisa berkumpul saat ini karena pandemi. Ini sesuai dengan AD/ART bahwa anggota Perkindo Jabar harus berkumpul satu atau dua tahun sekali untuk evaluasi ke belakang dan perencanaan ke depan," katanya. (Mochamad Iqbal Maulud).

Tags : Berita Perkindo Jabar Indonesia

Copyright @2019 | Perkindo Jabar