BANDAR LAMPUNG – Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) menegaskan bahwa digitalisasi telah menjadi kewajiban mutlak bagi dunia jasa konsultansi, seiring laju perkembangan teknologi yang semakin cepat. Isu tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI Perkindo yang digelar pada 27–28 Januari 2026 di Ballroom Swiss-Belhotel Lampung.

Ketua Umum Perkindo, Nunus Nugroho, menilai para pelaku jasa konsultansi dituntut segera menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi mutakhir, terutama pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), agar tidak tertinggal dan tetap kompetitif di industri.

“Transformasi ini bukan hanya kebutuhan, melainkan keharusan. Siapa yang tidak bisa bertransformasi akan terlindas oleh waktu dan zaman,” ujar Nunus di sela-sela kegiatan Rakernas, Selasa (27/1/2026).

Nunus menjelaskan bahwa AI bukan dimaksudkan untuk sepenuhnya menggantikan peran manusia, melainkan menggantikan tenaga kerja yang enggan beradaptasi dengan perubahan. Ia memberi contoh bagaimana teknologi mampu memangkas durasi kerja, khususnya dalam proses desain arsitektur yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang. Saat ini, berbagai desain dapat dihasilkan lebih cepat melalui dukungan perangkat lunak berbasis AI.

“Proses perancangan bangunan yang dahulu mengandalkan perangkat lunak seperti AutoCAD, kini dapat dilakukan hanya dengan satu sketsa yang difoto, lalu AI menawarkan berbagai alternatif desain hingga interior. Banyak fungsi pendukung seperti akuntansi dan sekretariat kini bisa disubstitusi dengan AI untuk meningkatkan efisiensi perusahaan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa substansi utama pekerjaan serta pengambilan keputusan strategis tetap menjadi tanggung jawab tenaga profesional manusia, dengan teknologi berperan sebagai alat pendukung.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap peran penting konsultan dalam pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa perencanaan merupakan elemen krusial dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Kunci pembangunan itu ada di perencanaan. Di sinilah peran konsultan sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan baik dan berkelanjutan. Masyarakat sering melihat hasil akhirnya saja, padahal proses di balik itu sangat menentukan kualitas infrastruktur kita,” ujar Rahmat Mirzani.

Sementara itu, Direktur Usaha dan Kelembagaan Jasa Konstruksi Kementerian PUPR, Airyn Saputri Harahap, mendorong Perkindo untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggotanya. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam merealisasikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam program Astacita Presiden Prabowo Subianto.

“Perkindo diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan integritas konsultan, khususnya dalam mendukung berbagai PSN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi adalah kunci agar konsultan lokal mampu bersaing di tengah arus investasi asing yang juga membawa konsultan dari luar negeri,” kata Airyn.

Hingga penghujung 2025, Perkindo mencatat perkembangan signifikan dengan kehadiran organisasi di 38 provinsi serta jumlah anggota mencapai 8.120 konsultan. Rakernas VI mengangkat tema Transformasi Konsultan Indonesia: Kolaborasi, Inovasi, dan Digitalisasi Menuju Daya Saing Global, sebagai wujud kesiapan organisasi menghadapi tantangan ekonomi dan teknologi pada 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *