Penulis: Teny Indah Susanti
Konflik Timur Tengah yang pecah antara Israel dan Iran menjadi peringatan besar untuk kita bersiap diri. Hal ini akan memberi dampak besar bagi segala aspek di dunia. Salah satunya adalah kondisi ekonomi. Supply chain akan terganggu, harga minyak akan meroket, kemudian diperparah dengan keputusan-keputusan Trump untuk melakukan reciprocal tariff. Sehingga, daya saing dari komoditi yang dihasilkan oleh beberapa negara menjadi rendah dan menimbulkan resesi.
Hal ini disampaikan oleh Nunus Nugroho, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perkindo saat pembukaan Rakerda V DPD Perkindo Jabar yang diselenggarakan di El Hotel pada hari Rabu lalu (18/6/2025).
Nunus menambahkan, berkaitan dengan efisiensi APBD di dalam negeri, perlu adanya suatu strategi untuk membuat peluang baru supaya kegiatan jasa konsultan ini tidak berhenti. Nunus memandang, tidak ada salahnya untuk bekerja sama dengan pihak swasta baik dari sektor konstruksi maupun non-konstruksi, dengan mengeksplor potensi-potensi yang ada di Jawa Barat.
Almer Faiq Rusydi, Ketua Kadin Jawa Barat, juga berpesan bahwa dunia usaha di Jawa Barat harus bersatu dan saling menguatkan. Kadin Jawa Barat membuka ruang selebar-lebarnya, dan mempererat ruang komunikasi lintas sektor, termasuk dengan Perkindo dan seluruh pemangku kepentingan di sektor konsultan.
Almer menegaskan, bahwa Rakerda ini menjadi momentum untuk memperkuat identitas kolektif organisasi dan memperjelas arah langkah bersama menuju Indonesia Emas 2045. Kerja keras, pemikiran strategis, dan komitmen kolaboratif dibutuhkan untuk mewujudkan hal ini. Almer berharap, lewat Rakerda ini, Perkindo Jabar dapat menghasilkan program-program kerja yang konkrit dan berdampak langsung bagi anggota dan masyarakat luas.
Sejalan dengan ini, Asisten Daerah bidang Perekonomian dan Pembangunan provinsi Jawa Barat, H. Sumasna menyampaikan bahwa konsultan memiliki peran strategis dalam mendesain, merencanakan, serta mengawal berbagai program pembangunan. Namun peran ini hanya akan maksimal apabila kita saling bersinergi dan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan melangkah bersama dalam satu frekuensi, satu visi, dan satu arah.
Menurut Sumasna, konsultan yang tergabung dalam Perkindo Jawa Barat memiliki posisi penting yang dapat menjadi pionir dalam pengembangan kawasan, perencanaan berbasis data, pengembangan berkelanjutan dan integrasi digital. Kolaborasi yang intens berbagai pihak akan memungkinkan Jawa Barat mencapai angka pertumbuhan 8%.
Ara Budidarma Rachmat, Ketua DPP Perkindo Jabar, menyampaikan pencapaian Perkindo Jawa Barat yang telah meluncurkan Buletin Perkindo Jawa Barat. Buletin ini menjadi salah satu sarana komunikasi dalam menyiarkan informasi dan edukasi seputar usaha jasa konstruksi dan non-konstruksi. Selain itu, Perkindo Jawa Barat juga telah mendirikan badan pelayanan peningkatan pendidikan yang memberikan pelatihan bagi para pemilik badan usaha dan tenaga kerja. Ara Berharap, para pelaku jasa konsultan dapat lebih adaptif dengan segala tantangan perubahan dan bersinergi demi mewujudkan Jabar Istimewa. ***
